Jumat, 28 November 2008

tik

PERAN PEMERINTAH DALAM TIK SEBAGAI AGEN PERUBAHAN PDF Print
11-09-2007

Jakarta, 11/9/2007 – Peran pemerintah dalam mendorong perkembangan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat penting yaitu sebagai agent of change (agen perubahan).

“Diperlukan upaya besar untuk mendorong perkembangan TIK di Indonesia oleh semua pihak termasuk pemerintah sebagai agent of change,” kata Teddy Sukardi, Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) pada pembukaan IndoCommIT 2007 di Jakarta, Selasa (11/9).
Menurut Teddy, bidang TIK saat ini sudah semakin konvergen dan tumbuh dengan cepat dalam berbagai bidang kehidupan. Oleh karena itu diperlukan suatu komitmen yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak terkait untuk dapat mendorong perkembangan TIK di Indonesia.
“Memang masih banyak kendala muncul dalam bidang TIK, tetapi justru disinilah diperlukan suatu tekad yang besar untuk memecahkannya,” katanya. Salah satu kendala adalah sumber daya manusia (SDM) yang perlu ditingkatkan serta pembangunan infrastruktur yang mendukung, katanya menambahkan.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Indonesia harus segera mengejar ketinggalan dari negara-negara lainnya dalam bidang TIK salah satu alasannya adalah untuk mengurangi ketergantungan dari negara-negara tersebut.
Sementara itu Herman Wiriadipoera, Direktur PT. Napindo Media sebagai pihak penyelenggara acara ini mengatakan acara ini diharapkan bisa menjadi suatu ajang pertukaran informasi terkini dalam bidang TIK.
“Acara ini diharapkan dapat menjadi suatu forum yang efektif bagi bebagai pihak seperti pemerintah dan kalangan bisnis untuk mendukung perkembangan TIK di Indonesia,” katanya.
Menurut dia, IndoCommIT 2007 merupakan ajang forum dan pameran terlengkap dalam bidang TIK. Selain itu, forum yang diadakan bertujuan untuk memacu semangat berbagai pihak terkait untuk mendorong perkembangan TIK.
Acara yang didukung diantaranya oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo); Departemen Perindustrian serta Departemen Perdagangan ini akan berlangsung mulai tanggal 11 – 13 September 2007 bertempat di Balai Sidang Jakarta. (hbk/id/c)

(Sumber: www.bipnewsroom.info)